Tempo.Co

DPR Hadiri Pertemuan Kemitraan Parlemen Asia Eropa
Minggu, 24 April 2016
Dalam menghadapi tantangan globalisasi, harus diterapkan prinsip multilateral yang efektif.

INFO DPR - Delegasi DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengikuti Sidang The 9th Asia Europe Parliamentary Partnership Meeting atau Pertemuan ke-9 Kemitraan Parlemen Kawasan Asia–Eropa di Ulaanbataar Mongolia, Jumat, 22 April 2016. Pertemuan tersebut resmi dibuka oleh Presiden Mongoloa Tsakhia Elbegdrorj.

Fadli Zon ditunjuk sebagai  Keynote Speech dalam panel discussion dengan tema Connectivity and Effective Multilateralism. Ia berbicara tentang bagaimana membangun konektifitas dan multilateralisme yang efektif untuk menghadapi tantangan globalisasi. "Saya menyampaikan banyak pandangan tentang globalisasi. Globalisasi harus dikritisi," ucapnya.

Menurut Fadli, globalisasi tidak terdistribusi secara merata. Kesenjangan sosial ekonomi masih melebar. Hal ini didukung oleh data-data dari lembaga internasional, termasuk Organization for Economic Co-Operation and Development atau Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) yang menyatakan bahwa ketidaksetaraan pendapatan terus mengalami peningkatan.

Dalam menjawab tantangan globalisasi, Fadli mengatakan konektifitas antar wilayah dan kerja sama multilateral dapat diupayakan. Konektifitas dalam hal ini tidak hanya mengacu pada pembangunan infrastruktur fisik tetapi juga mempererat hubungan antar masyarakat. Sementara itu, kerja sama multilateral haruslah bersifat efektif. "Bukan hanya mengacu pada terciptanya kawasan yang tertib, adil, dan sejahtera, tetapi dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.

Fadli menuturkan demokrasi sosial termaktub dalam politik berdasarkan prinsip-prinsip kedaulatan rakyat dan otonomi lokal, dan dalam ekonomi di bawah prinsip-prinsip koperasi dan penguasaan negara atas kekayaan alam. Demokrasi sosial menjamin kesejahteraan rakyat melalui kecukupan pangan, sandang, papan, jaminan kesehatan dan pensiun.

“Dalam menghadapi tantangan globalisasi, harus diterapkan prinsip multilateral yang efektif bagi Asia dan Eropa melalui penguatan demokrasi mengadopsi kearifan dan nilai-nilai lokal,” katanya.

Setelah Preparatory Meeting, acara dilanjutkan dengan Meeting of the Drafting Committe untuk menpersiapkan Deklarasi The 9th Asia Europe Parliamentary Partnership Meeting. Di sini, Fadli juga menyampaikan poin deklarasi dari Indonesia. Selain itu, ia juga menyampaikan soal ketimpangan dan kesenjangan yang masih terjadi, baik antara negara-negara Asia dan Eropa, maupun di dalam masing-masing negara itu sendiri. "Kita memerlukan kebijakan yang mendukung pertumbuhan yang terintegrasi, meliputi isu sosial, ekonomi, dan politik, termasuk alih teknologi antara kedua kawasan Asia dan Eropa. Hal ini untuk mengurangi ketimpangan yang ada," ujar Fadli Zon.

Semua negara yang hadir menyambut baik poin deklarasi dari Indonesia. "Hari ini, keseluruhan deklarasi yang berasal dari berbagai negara akan dibacakan menjadi satu kesatuan yang utuh," ujar Fadli. (*)