Tempo.Co

Perkuat Kontribusi Akademis, DPR Kerja Sama dengan Kampus
Senin, 12 Agustus 2019
Penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Setjen dan BK DPR RI dengan berbagai perguruan tinggi (PT).

INFO DPR - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Keahlian (BK) DPR RI sekaligus Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar, menyampaikan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Setjen dan BK DPR RI dengan berbagai perguruan tinggi (PT) merupakan landasan bagi akademisi untuk berperan dan memberikan masukan bagi anggota dewan dalam menghasilkan produk perundang-undangan.

Salah satu MoU yang dijalin Setjen dan BK DPR RI adalah dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Indra menjelaskan, bentuk tindak lanjut dari penandatanganan tersebut akan dibuat perjanjian kerja sama. Kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan kontribusi akademisi, khususnya dalam perancangan undang-undang yang dilakukan dalam kegiatan penelitian, penyampaian naskah akademis maupun survei.

“Masukan dari berbagai kalangan baik universitas maupun asosiasi ini untuk memperkuat masukan-masukan kepada dewan. Nantinya, baik melalui naskah akademis maupun dalam kaitan penyampaian kebijakan publik dan produk hukum. Jadi, IPB ini salah satu yang kita harapkan nantinya bisa berkontribusi dalam aspek itu,” ujar Indra usai menghadiri penandatanganan MoU antara Setjen dan BK DPR RI dengan IPB, di Bogor, Jawa Barat, Jumat, 9 Agustus 2019. 

Indra menerangkan jika sebelumnya Setjen dan BK DPR RI sudah pernah melakukan berbagai kegiatan dengan IPB. Namun, adanya perjanjian ini, tentunya akan mempererat hubungan kedua lembaga tersebut. Sekaligus memberikan manfaat terutama bagi DPR RI dalam melaksanakan tugas dan fungsi ke depannya.

Sementara itu, Dekan Sekolah Bisnis IPB Noer Azam Achsani, menyampaikan rasa terima kasih atas terwujudnya kerja sama IPB dengan Setjen dan BK DPR RI. Noer Azam mengatakan pihaknya membuka ruang selebar-lebarnya bagi lembaga pemerintahan termasuk DPR RI untuk mewarnai pemikiran di perguruan tinggi. Menurutnya, keputusan bisnis apapun yang dibuat tidak terlepas dari keputusan politik. Hal tersebut dapat menjadi pelajaran penting bagi para akademisi maupun mahasiswa IPB.

“Kerja sama dengan DPR ini menurut saya sangat strategis. Kita ingin kegiatan ini nantinya tidak hanya sekali, setelah ini kita akan buka akses agar dapat audiensi dengan DPR,” ujar Noer Azam. (*)