Tempo.Co

Dokter Lebih Suka Praktek di Kota
Rabu, 06 April 2016
Kendati jumlah lulusan dokter melimpah setiap tahun, kenyataannya, di desa-desa masih kekurangan dokter

Kawasan perkotaan masih menjadi tujuan utama para dokter untuk membuka layanan praktek. Kendati jumlah lulusan dokter di Indonesia melimpah setiap tahun, nyatanya daerah di pelosok desa masih kekurangan dokter.

Anggota Komisi IX DPR RI Andi Fauziah Pujiwatie Hatta sebelum mengikuti Rapat Paripurna DPR, Rabu, 6 April 2016, mengatakan kota masih menjadi tujuan dokter mengembangkan profesinya karena pendapatannya lebih banyak.

Bagi sejumlah dokter, praktek di kota lebih menyenangkan. Pasiennya banyak, mendatangkan materi. Kondisi ini diakui oleh teman-teman saya yang berprofesi sebagai dokter,” kata Ichi, sapaan akrab Andi Fauziah.

Fenomena ini, kata Ichi, belum bisa diatasi pemerintah. Pemerintah pernah menargetkan rasio ideal untuk pemerataan tenaga dokter adalah 1:2.500 atau 1 dokter untuk 2.500 orang. Padahal, di luar negeri, rasionya 1:1.000.  Rilis terbaru dari pemerintah, dengan asumsi penduduk Indonesia 255,4 juta jiwa, Indonesia membutuhkan 104.739 tenaga dokter. Dengan perhitungan ini, rasio jumlah dokter dengan masyarakat menjadi 41:100.000. Namun, menurut Ichi, rasio tersebut belum ideal.

“Lebih ideal 30 dokter untuk 100 ribu jiwa,” katanya.